Sunday, July 10, 2011

My Pets
We have three family pets: a dog, a cat, and a tortoise.

Descriptions
The dog’s name is Benjamin. He is big golden Labrador. He is beautiful. He has big brown eyes and a long tail. He is very friendly dog, but he is sometimes a little stupid. Dogs are expensive to keep but they are fun to play with.
Our cat is named Martha. She is quite young, but she is not a kitten. She is very pretty. She has black and white fur and green eyes. She’s smart, too and very clean.
The tortoise’s name is Rocky. He has short, fat legs, a long neck, and a very hard shell. He is also very old and slow. He’s ugly and dirty, but I like him.


Joni's experience
Yesterday, Joni got an accident. When he was riding his motorbike along the street, a truck came out of the side of the street and hit his motorbike. His motorbike was thrown away and he fell from it. It was damaged and Joni got a broken leg, his right leg.
In few minutes later a policeman came to the site and checked Joni and his motorcycle. Then he interviewed the truck driver and some people who watched the accident. He wanted to get the right information as the data about the accident. Later on, through the hand phone, he called ambulance to take Joni.
About 15 minutes after the accident, an ambulance came and Joni was taken to hospital. Two men carried him on a stretcher and put him on a bed carefully. A nurse came and wrote his name and address in a book. She gave him a glass of tea to drink. She wept his body to be free from blood and dirt.
When the doctor came, he examined Joni's body, especially his right leg and then he said,” Yes, Joni’s leg is broken.” The doctor gave him an injection for possible infection and put his broken leg on a plaster cast. The doctor advised him to be careful. He said, "you will recover soon, Joni and you should move carefully. Don't forget to take medicines". And Joni replied, "All right, doctor"
Joni must stay in the hospital until he is well again. His family and relatives have visited him. His teachers and friends also visit him in turn. Joni is very glad to see them. I hope he will get well soon

Saturday, July 2, 2011

Tips membuat hasil foto menjadi lebih baik (Basic photography 1)

Setiap orang yang mengenal kamera, selalu akan berusaha untuk memperoleh foto yang lebih baik disetiap kali dia memotret. Tips yang saya uraikan dibawah ini mungkin sesuatu yang baru bagi anda yang pemula, atau sesuatu yang sering terlupakan bagi mereka yang sudah sering memotret. Berikut beberapa tips dan tricks untuk segera dapat memperbaiki hasil jepretan anda:

1. Mengkomposisikan subjek (rule of thirds).
Komposisi merupakan hal dasar tentang bagaimana kita menempatkan subjek foto pada bidang foto dibandingkan dengan elemen-elemen lain pada foto. Bagi sebagian pemula biasanya sering meletakkan subjek fotonya pada bagian tengah foto. Sekarang coba sesuatu yang berbeda yaitu dengan tidak meletakkannya ditengah. Langkah awal dengan membuat garis imajiner yang membagi bidang foto menjadi tiga bagian kearah vertical maupun horisontal. Pada beberapa DSLR, anda tinggal aktifkan fasilitas grid yang biasa tersedia, sehingga akan muncul garis-garis pada viewfinder. Kemudian letakkan subjek foto anda pada sepertiga bagian luar tersebut, bisa dimana saja asal jangan di bagian tengah. Penempatan subjek foto dalam posisi ini akan menguatkan kesan dinamis sebuah foto, cara ini lebih dikenal dengan istilah rule of thirds.
 the rules of thirds andi sucirta bali photography tips and tutorial
Gambar a. Dengan prinsip rule of thirds saya menempatkan horison pada sepertiga bagian bawah. Gazebo sebagai point of interest saya letakkan di sepertiga bagian kanan komposisi agar kesannya dinamis.

2. Posisi tinggi kamera terhadap mata subjek (eye level).
Posisi tinggi kamera terhadap subjek yang difoto yaitu bisa lebih tinggi, sejajar, atau lebih rendah. Karena keengganan kadang kita terus memotret subjek dalam posisi setinggi kita berdiri. Sekarang coba, dimana anda yang harus mengikuti tinggi subjek yang difoto. Jika harus memotret anak-anak cobalah untuk jongkok sehingga posisi kamera setinggi pandangan mata (eye level) anak tersebut. Pada pemotretan bayi atau jenis satwa tertentu barangkali anda perlu posisi yang lebih rendah lagi, dengan tiarap ditanah misalnya. Teknik ini banyak membantu untuk menghasilkan foto yang lebih baik pada pemotretan manusia, satwa, dsb.
 eye level andi sucirta bali photography tips and tutorial
Gambar b. Untuk memperoleh foto ini, saya harus sedikit jongkok. Tujuannya agar posisi kamera dalam satu garis dengan mata anak.

3. Sudut pengambilan gambar (angle of view).
Jangan terpaku terus mengambil gambar dengan posisi setinggi kita berdiri. Cobalah bereksperimen dengan mengambil sudut pengambilan gambar yang berbeda. Dari sudut pengambilan gambar yang lebih rendah (low angle) ataupun dari sudut yang lebih tinggi (high angle). Cari tempat yang memungkinkan anda dalam posisi yang lebih tinggi atau rendah. Contohnya anda bisa berbaring di lantai, menggunakan kursi, tangga, dsb. Dengan variasi sudut pengambilan gambar ini, anda akan mempunyai lebih banyak pilihan dan kemudian bisa menentukan foto yang terbaik diantaranya.
 angle view high low andi sucirta bali photography tips and tutorial
Gambar c. Dengan sudut pengambilan gambar yang tinggi saya mendapatkan pemandangan yang berbeda. Subjek muncul dengan elemen shadow, dan kurva terasering berhasil muncul dengan baik. Langit sengaja tidak saya masukkan dalam komposisi untuk menghindari perbedaan kontras cahaya yang terlalu besar dengan bagian terasering.

4. Format pengambilan gambar (vertical/ horizontal)
Jika sebagian besar foto akan berhasil baik dengan format pengambilan horisontal (landscape), kenapa kemudian anda tidak juga mencoba memvariasikannya dengan mengambil juga dalam format vertikal (portrait). Hal ini akan memberikan kita keleluasaan untuk memilih nantinya. Banyak hal yang baru akan terpikirkan, ketika kita hendak menyeleksi foto-foto hasil jepretan. Untuk momen yang hanya sekali, sangat sayang kalau anda tidak mempunyai beberapa pilihan, jadi variasikanlah format mengambil gambar. format vertical horizontal andi sucirta bali photography tips and tutorial
Gambar d. Format vertikal saya buat dengan tujuan untuk memasukkan lebih banyak bagian foreground dalam komposisi.
Gambar e. Merupakan variasi dari objek foto yang sama dalam format horisontal.

5. Mengunci titik fokus (focus lock).
Fasilitas khusus pengunciaan titik fokus dimiliki oleh sebagian besar DSLR, tapi tidak demikian halnya dengan beberapa jenis kamera saku. Namun demikian penguncian fokus pada semua jenis kamera termasuk kamera saku dapat dilakukan dengan menekan rana/ shutter realese setengahnya. Teknik ini berguna ketika titik fokus kamera kita hanya ditengah dan kita tidak ingin menempatkan subjek foto ditengah tapi pada komposisi lain sesuai keinginan. Untuk itu caranya dengan mengunci fokus, tekan tombol focus lock atau tekan rana/ shutter release setengahnya kemudian foto dikomposisikan ulang (recompose) sesuai keinginan kita, setelah pas tekan rana/shutter release sepenuhnya.

6. Manfaatkan flash.
Flash merupakan salah satu kelengkapan kamera yang sering dihindari pemakaiannya oleh beberapa fotografer. Namun dalam beberapa kondisi, flash sebenarnya dapat meningkatkan kualitas hasil foto yang anda ambil. Misalnya pada pemotretan di siang hari dimana pada subjek foto manusia sering timbul bayangan yang menggangu dibawah mata ataupun hidung, dengan flash hal ini dengan mudah dapat diatasi Teknik ini dikenal dengan istilah fill in flash. Walaupun perannya bisa diganti dengan reflector, namun tidak semua orang memiliki dan mau membawa aksesoris ini. Berbagai teknik pemakaian flash akan dibicarakan pada tips dan trick yang lain.
 flash andi sucirta bali photography tips and tutorial
Gambar f. Untuk pemotretan aksi penari Shanghyang Jaran pada kondisi pencahayaan yang minim, kali ini saya mencoba untuk tidak menaikkan ISO seperti biasanya. Pemotretan saya lakukan dengan flash yang dilengkapi filter kuning. Ternyata hasilnya lebih baik, noise tidak muncul dan cahaya flash pun cukup natural.

7. Lupakan aturan (break the rule).
Fotografi bukanlah matematika, sehingga tidak ada satupun aturan yang absolut. Namun sebelum mencoba melanggar atau melupakan aturan, tentunya kita harus memahami aturan tersebut lebih dulu. Hal yang lucu ketika anda akan melanggar aturan tapi kemudiaan tidak mengetahui aturan apa yang anda langgar. Dengan pemahaman yang baik terhadap aturan sebelumnya, foto yang anda buat dengan melanggar aturan akan lebih besar peluangnya untuk menjadi foto yang luar biasa. Jadi cobalah bereksperimen.
 break the rule andi sucirta bali photography tips and tutorial
Gambar g. Pemotretan anak kali ini saya coba dengan sudut/ angle yang lebih tinggi. Hasilnya cukup efektif dan berhasil memberikan tampilan yang unik. Karena selain menangkap ekspresi anak, lingkungan bermain disekitar anak juga dapat ditampilkan dengan baik.

Tips ini mungkin terlihat terlalu rumit kalau dibaca, tapi ketika anda terus berlatih, hal-hal yang tersebut diatas akan anda kerjakan sebagai refleks yang otomatis bekerja mensinergikan mata, pikiran, dan tangan. Jadi selamat mencoba dan terus berlatih.
 
Author:
Foto dan tulisan blog ini dibuat oleh Andi Sucirta. Semua materi blog hanya dapat dipakai untuk kepentingan non komersil dengan mencantumkan credit tittle penulis.
    
                                                  source: http://andisucirta.com